www.erfad.890m.com
       
   
Home | About Me | Portofolio | My Friends | My Notes | My Gallery | My Bontang
 
         
 
Tutorial & Artikel Kelistrikan
   
::: kembali :::
Pengamanan Terhadap Listrik

Listrik Sahabat Kita

Supaya kita dapat memanfaatkan listrik secara maksimal maka kita harus memelihara instalasi listrik yang ada di rumah dan di sekitar kita dengan baik, karena kerusakan pada instalasi dan kesalahan penggunaan dapat membahayakan keselamatan kita.

Pada hakekatnya kita bisa memanfaatkan dan memelihara peralatan dan instalasi listrik dengan baik, karena listrik adalah sahabat kita.


Fungsi, Peralatan pada lnstalasi Listrik

Kabel/ kawat :
Penghantar arus

Tiang Listrik :
Mengamankan penghantar listrik dari jangkauan manusia/binatang.

Sekring/pembatas :
Pengaman arus listrik

Meter Listrik :
Pengukur pemakaian listrik

Sakelar(konduktor). :
Alat penghubung dan pemutus arus/aliran listrik

Steker :
Alat untuk menyambungkan arus listrik (ditusukkan ke stop kontak)

Stop Kontak :
Tempat menghubungkan arus listrik; tempat steker dapat ditusukkan.


Prinsip Kerja Instalasi Listrik

A. Konduktor
Konduktor adalah bahan yang dapat mengalirkan arus listrik misalnya, tembaga, kuningan, besi, baja, seng. Air juga merupakan konduktor maka barang-barang yang basah dapat dialiri arus listrik.

B. Isolator
Isolator adalah bahan yang tidak mengalirkan arus listrik, misalnya: keramik, plastik, karet, kayu, kain.

C. Arus Listrik
Listrik dialirkan melalui kawat yang terbuat dari tembaga, Supaya arus listrik dapat mengalir dengan aman maka kawat sering dibungkus dengan bahan yang tidak mengalirkan listrik (isolator). Untuk jaringan kawat yang tidak dibungkus isolator, pada tiang-tiangnya dipasang isolasi dari keramik supaya listrik tidak mengalir ke tiang listrik.

Pada prinsipnya arus listrik harus tetap dijaga agar mengalir dengan baik menuju alat-alat yang menggunakan listrik. Kebocoran pada isolator dapat menyebabkan hubungan singkat (kortsleting) yang dapat menimbulkan kebakaran atau bahaya tersengat aliran listrik pada manusia, bahkan jika tegangan listrik cukup besar dapat mengakibatkan kematian.


Cara yang aman memanfaatkan aliran listrik

Beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain :
» Tidak melanggar aturan dan tata tertib dalam pemakaian listrik, apalagi yang melanggar hukum dan berbahaya:
• Mencantol/mencuri listrik untuk keperluan pribadi maupun umum, misalnya -untuk menyetrum ikan, penerangan umum atau olah raga diwaktu malam.
• Merubah meteran listrik atau merusak segel meteran listrik.

» Menghindari kesalahan mempergunakan peralatan listrik misalnya,
• Lupa mencabut seterikaan/meninggalkan terlalu lama.
• Memakai stop kontak yang bertumpuk-tumpuk.
• Mengganti kawat sikring dengan kawat biasa.
-• Memakai peralatan listrik yang tidak layak pakai (kabel terkelupas, longgar dsb).

» Pada saat memperbaiki jaringan atau alat listrik tidak lupa mematikan arus/mencabut stop kontak dahulu.

» Menjauhkan benda-benda yang menempel ke jaringan kabel atau bisa merusak jaringan: ranting pohon, benang layangan, antene, galah, tempat pembakaran sampah.

» Segera mematikan listrik bila terjadi bencana alam, banjir, kebakaran, angin topan, gempa bumi.

» Mengawasi anak-anak supaya tidak mendekati/bermain dengan stop kontak listrik.

» Tidak mengalirkan aliran listrik pada barang-barang yang tidak semestinya, misalnya pagar/tralis meskipun untuk alasan keamanan.

» Segera memberitahukan ke kantor PLN terdekat jika ada kerusakan, gangguan atau kelainan pada instalasi listrik.


Hal-hal yang perlu dilakukan bila menghadapi bahaya listrik

A. Akibat aliran listrik dalam tubuh
-- -Arus listrik yang mengalir melalui tubuh manusia (tersengat listrik) dapat mengakibatkan:
-- - • Jantung berhenti berdenyut.
-- - • Otot berkontraksi (mengerut).
-- - • Pernafasan berhenti sebab pusat saraf di otak yang mengatur pernafasan lumpuh
-- - • Luka bakar.

B.Pertolongan.
-- -• Minta pertolongan (berteriak).
-- -• Matikan listrik (putuskan hubungan/kontak).
-- -• Amankan penderita dari bahaya fisik langsung.
-- -• Periksakan denyut nadi dan pernafasan serta rawat si korban seperlunya.
-- -• Bila pernafasan dan denyut nadi sudah pulih, rawatlah luka bakar atau luka lainnya bila ada.
-- -• Pindahkan korban ke lokasi yang aman untuk perawatan selanjutnya.
-- -• Korban perlu selalu ditunggui selama tim dokter menangani korban.

C. Pertolongan pertama untuk penderita pernafasan berhenti akibat sengatan listrik.
-- -• Amankan korban dari bahaya. Usahakan jalan udara untuk pernafasan lancar.
-- -• Bila ada muntah/darah atau benda lain di mulut korban, keluarkan segera.
-- -• Telentangkan si korban, tekuk kepalanya ke belakang, tarik rahangnya ke depan agar lidah tidak menutup lubang tenggorokan
-- -• Lakukan pernafasan mulut ke mulut 3-4 kali, secepat mungkin.
- - • Pulihkan fungsi jantung dengan melakukan urutan jantung (cardiac resuscitation)
-- -• Untuk orang dewasa: Frekuensi pengurutan di lakukan 60 kali setiap menit.
-- -• Untuk anak kecil : 90 kali setiap menit.


Catatan:
-- -• Hindari tekanan yang terlalu keras agar tidak mengakibatkan tulang rusuk korban rusak.
-- -• Upayakan pemulihan denyut nadi maupun pernafasan.

 
::: kembali :::
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
 
Home | About Me | Portofolio | My Friends | My Notes | My Gallery | My Bontang
Copyright © 2008 erfad.890m.com  
Powered by : www.000webhost.com