Memakai Listrik
Mudah dan Nyaman
Dalam kehidupan modern, manusia cenderung ingin hidup dalam suasana
yang serba nyaman, cepat dan praktis. Berkat perkembangan ilmu dan
teknologi, telah tersedia banyak ragam peralatan yang mempermudah
kehidupan manusia. Semua peralatan yang sangat membantu itu, memerlukan
tenaga listrik, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Melalui berbagai jenis peralatan listrik, tenaga listrik dapat
diubah menjadi tenaga putar, panas, cahaya, serta sinyal audio-video,
sesuai dengan kebutuhan.
Sambil menikmati kemudahan dan kenyamanan hidup melalui peralatan
listrik, tentunya memerlukan biaya. Besarnya biaya yang harus kita
sediakan itu tergantung dari jumlah tenaga listrik yang kita manfaatkan,
atau sering disebut dengan jumlah kWh terpakai.
Kiat Menghemat Energi Listrik di Rumah Tangga
Penggunaan peralatan listrik di era modern sekarang ini semakin
luas dan beragam, mencakup industri berat sampai rumah tangga.
Peralatan listrik rumah tangga pada umumnya sudah dirancang untuk
pemakaian listrik yang efisien/hemat, namun dalam prakteknya masih
ditemukan pemborosan energi listrik. Hal ini dapat terjadi antara
lain karena penggunaan peralatan dengan cara yang kurang tepat.
Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dan menumbuhkan sikap
hemat energi listrik di rumah tangga, antara lain :
1. Menyambung daya listrik dari PLN sesuai dengan kebutuhan. Rumah
Tangga kecil misalnya, cukup dengan daya 450 VA atau 900 VA, rumah
tangga sedang cukup dengan daya 900 VA hingga 1300 VA.
2. Memilih peralatan rumah tangga yang tepat dan sesuai dengan
kebutuhan. 3. Membentuk perilaku anggota rumah tangga yang berhemat
energi listrik, seperti:
-- • Menyalakan alat-alat listrik
hanya pada saat diperlukan.
-- • Menggunakan alat-alat listrik
secara bergantian.
-- • Menggunakan tenaga listrik
untuk menambah pendapatan rumah tangga (produktif).
Langkah-langkah Penggunaan Peralatan Listrik Rumah Tangga
Dalam Menghemat Pemakaian Energi Listrik.
1. Lemari Es/Kulkas.
-- • Memilih lemari es dengan
ukuran/kapasitas yang sesuai.
-- • Membuka pintu lemari es
seperlunya, dan pada kondisi tertentu dijaga agar dapat tertutup
rapat.
-- • Mengisi lemari es secukupnya
(tidak melebihi kapasitas).
-- • Menempatkan lemari es jauh
dari sumber panas, seperti sinar matahari, kompor.
-- • Meletakkan lemari es minimal
15 cm dari dinding/tembok rumah.
-- • Tidak memasukkan makanan/minuman
yang masih panas ke dalam lemari es.
-- • Membersihkan kondensor (terletak
di belakang lemari es) secara teratur dari debu dan kotoran, agar
proses pelepasan panas berjalan baik.
-- • Mengatur suhu lemari es
sesuai kebutuhan/tidak terlalu rendah, oleh karena semakin rendah/dingin
semakin banyak konsumsi energi listrik.
-- • Mematikan lemari es bila
tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama.
2. Seterika Listrik
-- • Mengatur tingkat panas yang
diperlukan sesuai dengan bahan pakaian yang akan diseterika.
-- • Membersihkan bagian bawah
seterika dari kerak yang dapat menghambat panas.
-- • Mematikan seterika segera
sesudah selesai menyeterika atau bila akan ditinggalkan untuk mengerjakan
yang lain.
3. Televisi, Radio, Tape Recorder
-- • Mematikan televisi, radio,
tape recorder, serta peralatan audio visual lainnya bila tidak ditonton
atau tidak didengarkan.
4. Pompa Air.
-- • Menggunakan tangki penampung
air dan menyalakan pompa air hanya bila air di dalam tangki hampir
habis, atau menggunakan sistem kontrol otomatis.
-- • Akan lebih baik bila menggunakan
pelampung pemutus arus otomatik, yang akan memutus arus listrik
ke pompa air bila air sudah penuh. Semakin sering pompa air "hidup
mati", semakin besar daya listrik yang dipakai.
-- • Memilih jenis pompa air
sesuai dengan kebutuhan dan yang memiliki tingkat efisiensi yang
tinggi.
5. Kipas Angin.
-- • Membuka ventilasi/jendela
rumah untuk memperlancar udara ke dalam rumah.
-- • Menghidupkan kipas angin
seperlunya dan mematikan bila tidak perlu lagi.
-- • Memilih kipas angin yang
memiliki alat pengatur waktu (timer) dan mengatur timer sesuai dengan
kebutuhan.
-- • Mengatur kecepatan kipas
sesuai keperluan.
6. Pengatur Suhu Udara (AC).
-- • Memilih AC hemat energi
dan daya yang sesuai dengan besarnya ruangan.
-- • Matikan AC bila ruangan
tidak digunakan.
-- • Mengatur suhu ruangan secukupnya,
tidak menyetel AC terlalu dingin.
-- • Menutup pintu, jendela dan
ventilasi ruangan agar udara panas dari luar tidak masuk.
-- • Menempatkan AC sejauh mungkin
dari sinar matahari lansung agar efek pendingin tidak berkurang.
-- • Membersihkan saringan (filter)
udara dengan teratur.
7. Mesin Cuci.
-- • Memilih mesin cuci dengan
kapasitas sesuai dengan jumlah cucian setiap hari.
-- • Memakai mesin cuci sesuai
dengan kapasitasnya. Bila melebihi kapasitas, dapat menambah beban
pemakaian tenaga listrik. Bila cucian hanya sedikit usahakan mencuci
dengan tangan saja.
-- • Alat pengering sebaiknya
hanya digunakan pada saat mendung atau hujan. Bila hari cerah di
jemur saja.
8. Penanak Nasi (Rice Cooker)
-- • Memilih rice cooker dengan
kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan.
-- • Meletakkan rice cooker dalam
posisi tegak sehingga alat pemutus aliran listrik akan bekerja baik.
-- • Memasak nasi sesuai dengan
kapasitas rice cooker.
-- • Mengusahakan untuk menanak
nasi mendekati waktu makan.
-- • Memeriksa selalu alat pemutus
aliran listrik otomatis. Bila alat ini rusak-maka listrik akan terus
mengalir ke elemen pemanas meskipun nasi telah matang.
9. Penghisap Debu (Vacuum Cleaner)
-- • Memilih vacuum cleaner sesuai
dengan kebutuhan dan dengan daya secukupnya.
-- • Membersihkan kantong debu
segera setelah selesai menggunakan vacuum cleaner.
-- • Menggunakan vacuum cleaner
untuk pekerjaan yang cukup berat, bila untuk pekerjaan ringan/kecil
gunakan saja sapu dan alat pembersih -lainnya.
-- • Mematikan segera vacuum
cleaner apabila motor menjadi panas atau terjadi perubahan suara
motor, kemungkinan terjadi sesuatu yang mengganggu kerja vacuum
cleaner.
10. Lampu Penerangan
-- • Menggunakan lampu hemat
energi.
-- • Menggunakan ballast elektronik
dan memasang kondensator pada jenis lampu TL/Neon.
-- • Menghidupkan lampu hanya
pada saat diperlukan saja, dan matikan lampu bila tidak diperlukan
lagi.
-- • Warna dinding, lantai dan
langit-langit yang terang sangat membantu dalam meningkatkan efisiensi
lampu penerangan.
-- • Memasang lampu penerangan
sesuai/sedekat mungkin dengan obyek yang diterangi.
-- • Mengatur perabotan rumah
agar tidak menghalangi cahaya lampu penerangan.
-- • Membersihkan gelas lampu
apabila kotor/berdebu agar tidak menghalangi cahaya lampu.
Contoh Pemakaian listrik rumah tangga sedang
|