www.erfad.890m.com
       
   
Home | About Me | Portofolio | My Friends | My Notes | My Gallery | My Bontang
 
         
 
Tutorial & Artikel Kelistrikan
   
::: kembali :::
Listrik untuk Daerah Tertinggal

Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal dan PLN sepakat untuk melakukan kerjasama studi tentang “Analisa Potensi Infrastruktur Kelistrikan untuk Daerah Tertinggal”. Nota kesepakatan tersebut ditandatangani Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Syaifullah Yusuf dan Dirut PLN Eddie Widiono pada 7 Oktober 2005 di PLN Kantor Pusat, Jakarta.

Syaifullah Yusuf mengatakan, pemerintah saat ini mempunyai komitmen yang kuat untuk menangani permasalahan daerah-daerah tertinggal, yang hingga saat ini masih meliputi 199 kabupaten di seluruh Indonesia. “Salah satu kebijakan yang perlu dikembangkan sejalan dengan percepatan kebangkitan kabupaten tertinggal adalah dengan meningkatkan accessability masyarakat pada sektor ketenagalistrikan, serta mengefektifkan dan mengefisienkan sebesar-besarnya untuk kepentingan pembangunan di daerah tersebut,” jelasnya.

Untuk itulah, menteri mengajak kerjasama pihak PLN untuk melakukan studi untuk mendapatkan data potensi data sumber daya energi di daerah-daerah tertinggal, potensi pembangkit listrik sesuai daya dukung sumber daya energi daerah setempat, jumlah kebutuhan listrik sesuai jumlah penduduk dan kondisi sosial-ekonomi daerah setempat, dan kajian teknis perencanaan sistem pasokan listrik di masing-masing daerah setempat.

Menurut Yusuf, hasil studi tentang potensi tenaga listrik dan inventarisasi kebutuhan pembangkit listrik pada daerah-daerah tertinggal tersebut akan dijadikan landasan bagi pemerintah dalam melaksanakan strategi pemerataan pembangunan di daerah tertinggal.

Eddie Widiono menyambut baik ajakan Menteri Negara tersebut. Menurutnya, hingga sebelum krisis ekonomi, PLN sendiri sudah memiliki program pembangunan kelistrikan untuk daerah-daerah tertinggal ang dikenal dengan Listrik Masuk Desa. Setelah krisis terjadi program ini sulit dipertahankan tanpa adanya subsidi dari pemerintah. Pada saat mana PLN ini bergerak sebagai badan usaha, maka agak berat bagi PLN untuk mempertanggung jawabkan kegiatan yang bersifat sosial.

Namun, lanjut Eddie, nuansa baru yang muncul dibawah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono saat ini, dan dengan berlakunya kembali UU Kelistrikan No. 15/85 setelah UU yang baru No. 20/2002 dibatalkan MK, maka terbuka kembali kesempatan bagi PLN untuk bekerjasama mengembangkan listrik pedesaan. “Kami sangat menyadari bahwa PLN perlu terus membangun masyarakat di daerah-daerah tertinggal sejalan dengan moto PLN, yaitu menjadikan listrik untuk kehidupan yang lebih baik,” ujar Eddie.

Menurut Eddie, meskipun kondisi perusahaan saat ini belum pulih, dan bahkan saat ini pun kondisi keuangan PLN sedikit lebih berat dibanding awal tahun lalu akibat kenaikan BBM, namun tetap tidak mengurangi tekad untuk membangun masyarakat di daerah tertinggal. “Maka pada kesempatan ini kami ingin sampaikan bahwa PLN tetap komit untuk bersama-sama membangun daerah tertinggal, sesuai dengan apa yang diamanatkan bangsa dan negara ini ,” ujarnya lagi.

Direksi PLN menugaskan PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (PLN-E) untuk mengawali kerjasama dengan kementerian tersebut. Menurut Eddie, sebagai anak perusahaan PLN di bidang konsultasi enjiniring, PLN-E bukan hanya mengusai masalah keteknikan, tetapi juga menyangkut masalah pembangunan desa dalam format yang pernah dlaksanakan oleh PLN sebelumnya.

Dirut PLN-E Imam Mashud mengatakan, kerjasama dalam rangka pemetaan potensi penyediaan tenaga listrik di desa tertinggal yang meliputi 199 kabupaten di seluruh Indonesia bukanlah tugas yang ringan. “Kami akan melakukan penjajakan tentang kemungkinan program tersebut serta berkordoinasi dengan Kemetrian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal. Kami juga mengharapkan masukan dari berbagai pihak sebagai bahan persiapan untuk merealisasikan gagasan tersebut,” ujarnya.

Imam menambahkan, PLN-E akan segera melakukan pengumpulan data, mengidensifikasi kebutuhan, memetakan sumber daya alam, melakukan pilihan teknologi yang tepat dan efisien, serta membuat skema awal tentang pendanaan dan investasi, sehingga dapat diketahui kemungkinan awal pendanaannya, secara komersial dan non komersial. ***

 
::: kembali :::
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
 
Home | About Me | Portofolio | My Friends | My Notes | My Gallery | My Bontang
Copyright © 2008 erfad.890m.com  
Powered by : www.000webhost.com