Uap yang terjadi dari
hasil pemanasan boiler/ketel uap pada Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU)
digunakan untuk memutar turbin yang kemudian oleh generator diubah
menjadi energi listrik. Energi primer yang digunakan oleh PLTU adalah
bahan bakar yang dapat berwujud padat, cair maupun gas. Batubara
adalah wujud padat bahan bakar dan minyak merupakan wujud cairnya.
Terkadang dalam satu PLTU dapat digunakan beberapa macam bahan bakar.
PLTU menggunakan siklus uap dan air dalam pembangkitannya. Mula-mula
air dipompakan ke dalam pipa air yang mengelilingi ruang bakar ketel.
Lalu bahan bakar dan udara yang sudah tercampur disemprotkan ke
dalam ruang bakar dan dinyalakan, sehingga terjadi pembakaran yang
mengubah bahan bakar menjadi energi panas/ kalor. Udara untuk pembakaran
yang dihasilkan kipas tekan/force draf fan akan dipanasi dahulu
oleh pemanas udara/heater. Setelah itu, energi panas akan dialirkan
ke dalam air di pipa melalui proses radiasi, konduksi dan konveksi,
sehingga air berubah menjadi uap bertekanan tinggi. Drum ketel akan
berisi air di bagian bawah dan uap di bagian atasnya. Gas sisa setelah
dialirkan ke air masih memiliki cukup banyak energi panas, tidak
dibuang begitu saja melalui cerobong, tetapi akan digunakan kembali
untuk memanasi Pemanas Lanjut ( Super Heater), Pemanas Ulang (Reheater),
Economizer dan Pemanas Udara.
Dari drum ketel, uap akan dialirkan menuju turbin uap. Pada PLTU
besar (di atas 150 MW), turbin yang digunakan ada 3 jenis yaitu
turbin tekanan tinggi, menengah dan rendah. Sebelum ke turbin uap
tekanan tinggi, uap dari ketel akan dialirkan menuju Pemanas Lanjut,
hingga uap akan mengalami kenaikan suhu dan menjadi kering. Setelah
keluar dari turbin tekanan tinggi, uap akan masuk ke dalam Pemanas
Ulang yang akan menaikkan suhu uap sekali lagi dengan proses yang
sama seperti di Pemanas Lanjut. Selanjutnya uap baru akan dialirkan
ke dalam turbin tekanan menengah dan langsung dialirkan kembali
ke turbin tekanan rendah. Energi gerak yang dihasilkan turbin tekanan
tinggi, menengah dan rendah inilah yang akan diubah wujudnya dalam
generator menjadi energi listrik.
Dari turbin tekanan rendah uap dialirkan ke kondensor untuk diembunkan
menjadi air kembali. Pada kondensor diperlukan air pendingin dalam
jumlah besar. Inilah yang menyebabkan banyak PLTU dibangun di daerah
pantai atau sungai.
Ilustrasi siklus perubahan wujud energi pada PLTU:

Jika jumlah air pendingin tidak mencukupi,
maka dapat digunakan cooling tower yang mempunyai siklus tertutup.
Air dari kondensor dipompa ke tangki air/deareator untuk mendapat
tambahan air akibat kebocoran dan juga diolah agar memenuhi mutu
air ketel berkandungan NaCl, Cl,O2 dan derajat keasaman (pH). Setelah
itu, air akan melalui Economizer untuk kembali dipanaskan dari energi
gas sisa dan dipompakan kembali ke dalam ketel.
Sumber : pln.co.id
|