Panas bumi merupakan
sumber tenaga listrik untuk pembangkit Pusat Listrik Tenaga Panas
(PLTP). Sesungguhnya, prinsip kerja PLTP sama saja dengan PLTU.
Hanya saja uap yang digunakan adalah uap panas bumi yang berasal
langsung dari perut bumi. Karena itu, PLTP biasanya dibangun di
daerah pegunungan dekat gunung berapi. Biaya operasional PLTP juga
lebih murah daripada PLTU, karena tidak perlu membeli bahan bakar,
namun memerlukan biaya investasi yang besar terutama untuk biaya
eksplorasi dan pengeboran perut bumi.
Ilustrasi siklus perubahan energi pada PLTP :

Uap panas bumi didapatkan dari suatu kantong uap di perut bumi.
Tepatnya di atas lapisan batuan yang keras di atas magma dan mendapat
air dari lapisan humus di bawah hutan penahan air hujan. Pengeboran
dilakukan di atas permukaan bumi menuju kantong uap tersebut, hingga
uap dalam kantong akan menyembur keluar. Semburan uap dialirkan
ke turbin uap penggerak generator. Setelah menggerakkan turbin,
uap akan diembunkan dalam kondensor menjadi air dan disuntikkan
kembali ke dalam perut bumi menuju kantong uap. Jumlah kandungan
uap dalam kantong uap ini terbatas, karenanya daya PLTP yang sudah
maupun yang akan dibangun harus disesuaikan dengan perkiraan jumlah
kandungan tersebut. Melihat siklus dari PLTP ini maka PLTP termasuk
pada pusat pembangkit yang menggunakan energi terbarukan.
Sumber : pln.co.id
|